Senin, 10 Maret 2014

Ketika Jauh, Barulah Aku Tersadar

Ketika Jauh, Barulah Aku Tersadar
Namaku Tata, aku lahir dari keluarga sederhana dan bahagia. Bapakku seorang TNI, dan ibuku seorang ibu rumah tangga. Aku juga punya 2 adik, dan aku sangat menyayangi mereka. Untuk aku, keluarga sangat berperan dalam hidupku sampai sekarang ini. Karena dari keluargalah aku belajar banyak hal. Dari yang sangat sepele, sampai yang penting banget. Dulu, aku sering ngeledek adikku, aku termasuk anak yang malas dulunya, selalu nyuruh adikku yang mengerjakan tugas rumah, padahal dia masih kecil, tapi sekarang dia udah dewasa, jadi, dia bisa lebih pintar bahkan kadang dia yang membimbing aku. Itu dulu sebelum aku jadi seorang mahasiswa di Bogor.
Aku yang sekarang malah harus kuat, mencoba hidup mandiri, ngekost sendiri, apa-apa sendiri. Aku sadar sekarang, betapa mirisnya dan butuh perjuangan besar pastinya karna tinggal sendiri di negeri orang, jauh dari keluarga tersayang, harus benar-benar hemat, tak seperti dulu waktu masih bareng keluarga, apapun pasti orang tua yang beliin, tapi sekarang dikirimi cuma berapa,  cukup atau ngga buat hidup, harus bener-bener di manage. Dulu aku boros banget, makanya sekarang aku coba tuk sehemat mungkin.
Di AKA Bogor ini, aku ngekost di deket kampus, tepatnya di  Tanah Baru, saat tes aku dianter bapak ke Bogornya, sampai penerimaan, bapak juga yang nganter sekalian serah terima di kost. Bapakku adalah orang penting dalam hidupku, orang yang rela keringat membasahi tubuhnya demi menghidupi keluarga. Beliau rela melakukan apa saja demi orang-orang yang disayanginya bahagia, termasuk demi aku, beliau rela ga masuk kerja dulu demi nganter aku, rela pinjem uang kesana- sini demi sekolahku, beliau orang yang pegang teguh prinsipnya, apapun akan dilakukan demi anak dan istrinya meskipun beliau harus sakit dan tertatih membanting tulang.
Bapakku berpesan “Hidup di negeri orang harus sopan dan hati-hati”. Itulah pesan yang masih aku ingat sampai sekarang. Selain bapak, ibu juga sangat penting untukku, “Ridhonya Ibu, Ridho Allah juga”. Ibuku orang yang tangguh, sosok yang menginspirasi dan idolaku juga. Ibuku memang seorang ibu rumah tangga biasa, tapi beliau juga seorang pedagang baju di salah satu pasar di Kebumen. Beliau sudah menggeluti dunia perdagangan sejak beliau sekolah di SMA, dulu aku pernah merasa malu dan kasihan karena ibu dagang baju, tapi setelah ibuku berkata, “kalo ibu ndak jualan baju, buat makan sehari-hari pake apa mba, lagian kan jualan baju ndak haram, kalo harus bergantung sama gaji bapak ya ga cukup apalagi buat biaya sekolah kamu sama adik-adikmu”. Kata-kata itulah yang membuatku sadar dan terharu, apalagi ketika aku melihat ibu pulang malam jam 7 dari pasar, mata ibu sayu (matanya terlihat capek), badannya terasa letih banget, ya, hanya malam yang bisa jadi waktu istirahat untuk ibu, setelah seharian bekerja, berdagang.
Disetiap malam saat ibu mengadu pada Allah, namaku selalu disebutkan dalam doanya, sempat aku menangis, karena aku merasa selama ini aku banyak salah sama ibu, aku sering jahat sama ibu, ga pernah bantuin ibu, tapi ibuku selalu sabar hadapi aku, pernah aku disuruh pijit ibu karena ibu ga enak badan, tapi apa yang aku jawab, aku ga mau mijit ibu. Tapi sekarang ketika jauh, aku malah ingin banget mijit ibu, peluk ibu, cium ibu, rasanya menyesal banget karena kondisi jarak jauh dengan ibu. Kalau pesan ibu yang selalu aku pegang yaitu “jangan lupa sholat 5 waktu, baca Al-Qur’an, sholat malam”.
So, yang masih ada bapak ibu, jangan sampai kita kecewain mereka yah, mungkin saat kita deket kita seenaknya ajah sama mereka, tapi, kalau kita udah jauh, kita akan bener-bener menyesal karena dulu kita udah jahat ga nurut sama mereka. Jadilah yang terbaik untuk orang-orang yang sudah menunjukan yang terbaik pula untuk kita.

Itu adalah kisahku yang nyata, semoga bermanfaat bagi teman-teman yang udah baca J

Sekilas Tentangku

Haiiii, aku Tata, nama lengkapku Novita Wulandari. Aku lahir di Kebumen, tepatnya tanggal 3 Mei 1996.
Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Aku paling suka sama kejutan, yang pasti kejutan yang bisa membuatku terkejut, kaget, seneng. Aku menghargai orang yang memberiku "surprise", walaupun kadang "surprise"nya justru membuatku kesal.Aku paling tidak suka yang namanya di-BOHONG-in, di-PHP-in, di-CUEK-in. Aku sangat mencintai keluargaku, dan juga teman-temanku. :)