Sabtu, 05 Juli 2014

My Argument



Problematika Remaja Masa Kini

            Masalah remaja saat ini tak lepas dari masalah yang namanya pacaran. Pacaran bukan hal yang asing bagi kita. Bahkan anak SD zaman sekarang audah banyak yang pacaran, padahal cinta mereka itu cinta monyet bukan cinta sesungguhnya. Tapi mereka sereing menyebut pasangan mereka dengan sebutan "mama, papa, mami, papi", dll. Seperti layaknya suami istri aja. Tapi itulah realitas hidup zaman sekarang. Entah atas dasar apa mereka seperti itu, katanya sih berawal dari suka, cinta pada pandangan pertama atau biasa disebut "love on first sight", atau bisa juga dari kebiasaan mereka bersama.
            Memang tak bisa dipungkiri untuk realitas yang satu ini. Begitu banyak cerita jika kita uraikan bab per bab. Berkaitan dengan masalah remaja yang merupakan masa labil, masa transisi menuju kedewasaan. Kata "alay" sering disebut-sebut sebagai bagian dari masa labilnya remaja. Kenapa disebut alay?. Ini karena gaya hidup mereka yang sebenarnya tak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Mereka cenderung condong ke gaya hidup orang barat. Gaya bicara mereka pun sok kebarat-baratan. Gaya tulisan mereka dalam sosial media juga tidak sesuai dengan EYD dan aturan KBBI.
           Aku jadi teringat dengan guru PKn aku dulu. Kalau identitas bangsa Indonesia sekarang sudah mulai menghilang dari jiwa generasi muda sekarang. Kita lihat realitas yang sekarang deh. Memang benar kan? Kita melihat dari sudut pandang istilah pacaran. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Pacaran itu sebenarnya budaya barat yang datang memasuki era globalisasi. Padahal pacaran itu dilarang keras dalam islam. Pacaran itu identik dengan berzina. Walaupun banyak yang menyangkal katanya pacarannya sehat-sehat aja kok. Kalian pikir itu makanan sehat-sehat aja. Tetep aja yang namanya pacaran itu tak ada manfaatnya. Katanya sih untuk motivasi belajar. Faktanya apa ? Justru belajar akan terganggu ketika kalian ada masalah dengan pacar kalian. Itu udah pasti, dari suasana hati yang tak karuan, masuk ke pikiran dan otak kalian juga jadi beban buat kalian kan.
           Pacaran itu juga merugikan lho dari segi financial. Contohnya gini deh, kalo cowonya sms ga dibales-bales. Eh pas ditelepon ditanyain "kok ga bales smsku sih say" kalian pasti sudah tau jawabannya. "Aku ga punya pulsa say" langsung kan si cowonya beliin dia pulsa. Terus nih kalau kalian jalan atau kencan, pasti butuh duit kan. Mintalah uang sama orang tua. Ujung-ujungnya balik ke orang tua kan, kasian lah sama orang tua. Membiayai kalian pacaran. Apa gak malu tuh? Tapi ini ga berlaku ya buat yang sudah kerja. Hehe.
           Terus ada lagi fakta unik tentang pacaran. Awalnya cuma pegangan tangan lama-lama jadi niiiiiiit disensor ya, haha. Katanya sih aku janji bakal nikahin kamu 5 tahun lagi. Helllooo kamu kira kredit motor 5 tahun. Kalau dia serius pasti dia tak akan nunggu-nunggu 5 tahun segala buat ngelamar kamu. Dia akan segera datang ke orang tuamu minta restu. Berani berbuat harus berani bertanggung jawab lho.
           Jodoh itu ga akan kemana. Kita tinggal memantaskan diri, memperbaiki diri. Suatu saat nanti akan ada waktunya kalian dipertemukan dengan jodoh kalian yang sesungguhnya. Masa depan kalian masih panjang. Jangan kalian rusak hanya karena pacaran. Mulai sekarang tata hidup kalian serapih mungkin. Untuk membahagiakan orang-orang di sekitar kalian yang selalu support kalian. Itu aja ya share tentang masalah remaja alay yang berpacaran. Haha



Inspired by "Udah putusin aja" karya Ust. Felix siauw.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar