Problematika Remaja Masa Kini
Masalah remaja saat ini tak
lepas dari masalah yang namanya pacaran. Pacaran bukan hal yang asing bagi
kita. Bahkan anak SD zaman sekarang audah banyak yang pacaran, padahal cinta
mereka itu cinta monyet bukan cinta sesungguhnya. Tapi mereka sereing menyebut
pasangan mereka dengan sebutan "mama, papa, mami, papi", dll. Seperti
layaknya suami istri aja. Tapi itulah realitas hidup zaman sekarang. Entah atas
dasar apa mereka seperti itu, katanya sih berawal dari suka, cinta pada
pandangan pertama atau biasa disebut "love on first sight", atau bisa
juga dari kebiasaan mereka bersama.
Memang tak bisa dipungkiri untuk realitas
yang satu ini. Begitu banyak cerita jika kita uraikan bab per bab. Berkaitan
dengan masalah remaja yang merupakan masa labil, masa transisi menuju
kedewasaan. Kata "alay" sering disebut-sebut sebagai bagian dari masa
labilnya remaja. Kenapa disebut alay?. Ini karena gaya hidup mereka yang
sebenarnya tak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia. Mereka cenderung
condong ke gaya hidup orang barat. Gaya bicara mereka pun sok kebarat-baratan.
Gaya tulisan mereka dalam sosial media juga tidak sesuai dengan EYD dan aturan KBBI.
Aku
jadi teringat dengan guru PKn aku dulu. Kalau identitas bangsa Indonesia sekarang
sudah mulai menghilang dari jiwa generasi muda sekarang. Kita lihat realitas
yang sekarang deh. Memang benar kan? Kita melihat dari sudut pandang istilah
pacaran. Seperti yang sudah saya jelaskan tadi. Pacaran itu sebenarnya budaya
barat yang datang memasuki era globalisasi. Padahal pacaran itu dilarang keras
dalam islam. Pacaran itu identik dengan berzina. Walaupun banyak yang
menyangkal katanya pacarannya sehat-sehat aja kok. Kalian pikir itu makanan
sehat-sehat aja. Tetep aja yang namanya pacaran itu tak ada manfaatnya. Katanya
sih untuk motivasi belajar. Faktanya apa ? Justru belajar akan terganggu ketika
kalian ada masalah dengan pacar kalian. Itu udah pasti, dari suasana hati yang
tak karuan, masuk ke pikiran dan otak kalian juga jadi beban buat kalian kan.
Pacaran
itu juga merugikan lho dari segi financial. Contohnya gini deh, kalo cowonya
sms ga dibales-bales. Eh pas ditelepon ditanyain "kok ga bales smsku sih
say" kalian pasti sudah tau jawabannya. "Aku ga punya pulsa say"
langsung kan si cowonya beliin dia pulsa. Terus nih kalau kalian jalan atau
kencan, pasti butuh duit kan. Mintalah uang sama orang tua. Ujung-ujungnya
balik ke orang tua kan, kasian lah sama orang tua. Membiayai kalian pacaran.
Apa gak malu tuh? Tapi ini ga berlaku ya buat yang sudah kerja. Hehe.
Terus
ada lagi fakta unik tentang pacaran. Awalnya cuma pegangan tangan lama-lama
jadi niiiiiiit disensor ya, haha. Katanya sih aku janji bakal nikahin kamu 5
tahun lagi. Helllooo kamu kira kredit motor 5 tahun. Kalau dia serius pasti dia
tak akan nunggu-nunggu 5 tahun segala buat ngelamar kamu. Dia akan segera
datang ke orang tuamu minta restu. Berani berbuat harus berani bertanggung
jawab lho.
Jodoh
itu ga akan kemana. Kita tinggal memantaskan diri, memperbaiki diri. Suatu saat
nanti akan ada waktunya kalian dipertemukan dengan jodoh kalian yang
sesungguhnya. Masa depan kalian masih panjang. Jangan kalian rusak hanya karena
pacaran. Mulai sekarang tata hidup kalian serapih mungkin. Untuk membahagiakan
orang-orang di sekitar kalian yang selalu support kalian. Itu aja ya share
tentang masalah remaja alay yang berpacaran. Haha
Inspired by "Udah putusin aja" karya Ust. Felix
siauw.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar